Kain Tenun Indonesia, Dipamerkan Sekaligus Unjuk Gigi Di New York

kain tenun indonesia

Kain Tenun Indonesia, Dipamerkan Sekaligus Unjuk Gigi Di New York | Fashion Group International, sebuah asosiasi mode tertua dan terbesar Amerika Serikat, menunjuk Cita Tenun Indonesia, untuk menjadi satu-satunya koleksi mode yang dipresentasikan di depan ratusan penonton anggota asosiasi ini.

Kain tenun Indonesia akan dipamerkan di New York lewat Cita Tenun Indonesia yang diwakili oleh rancangan Ardistia Dwiasri dan Auguste Soesastro.

Auguste menampilkan koleksi pakaian dengan tema Ecological Luxuries, memanfaatkan kekayaan kain tenun Indonesia asal Palembang, Bali, Sambas dan beberapa daerah lainnya. Sementara Ardistia Dwi Asri, menampilkan koleksi dengan tema Chic Androgynous dengan menampilkan keindahan kain tenun asal Bali dan Garut.

Sementara itu, Ardistia mempersiapkan busana ready-to-wear untuk tren Fall/Winter bernuansa putih vanila dan emas dengan bahan yang nyaman dipakai dan potongan busana sesuai dengan gaya hidup modern yang serba ringkas.

Menjadi bagian dari Trend Report Fall Winter 2013/2014 di New York, Amerika Serikat, merupakan prestasi baru bagi kain tenun tradisional Indonesia yang menjadi warisan budaya bangsa.

Kain Tenun Indonesia, di bawah pembinaan Cita Tenun Indonesia, dianggap memiliki keunikan yang berdaya jual tinggi untuk industri ritel Amerika Serikat, baik sebagai bagian dari mode, interior maupun tekstil.

“Kedua koleksi desainer ini begitu wearable dan menawarkan warna baru pada dunia mode Amerika Serikat. Fashion Group International mengharapkan akan lebih banyak lagi potensi-potensi yang tumbuh dari negara seperti Indonesia di pasar dunia,“ tutur Margaret Hayes, Global President untuk Fashion Grop International.

Fashion 4 Development (F4D), sebuah organisasi nirlaba berbasis di New York yang berfungsi mengangkat berbagai contoh nyata kisah sukses pemberdayaan masyarakat melalui industri fashion, adalah mitra PBB dalam program Millenium Development Goal (MDG).

Menurut Global President untuk asosiasi nirlaba Fashion 4 Development Evie Evangelou, “Memahami sejarah dan ragam kain Tenun Indonesia, menempatkannya sebagai kekayaan budaya dunia yang harus dilestarikan. Kami berharap program-program Cita Tenun Indonesia dapat berbuah hasil yang lebih banyak lagi seperti pada acara ini. Upaya untuk mempertemukan desainer modern dengan perajin tradisional merupakan pola kerja yang harus dikembangkan di negara-negara lainnya.”

Organisasi ini sepakat untuk memberikan penghargaan Woman’s Champion and Visionary Award (2013) kepada Okke Hatta Rajasa, Chairperson Cita Tenun Indonesia, September tahun lalu. Program Cita Tenun Indonesia di New York pada bulan April 2013 ini merupakan bagian dari program kerja 2013 yang telah dicanangkan oleh organisasi ini.

Dunia mode Amerika Serikat berkeyakinan, kain Tenun Indonesia memiliki potensi untuk mengisi pasar exotic fabrics dunia, mengingat begitu kuatnya nilai budaya dan kualitas produk yang ditawarkan.

sumber   :   dari berbagai sumber