Peningkatan Penjualan Listrik Nasional

listrik pintar / token listrik PLN

Peningkatan Penjualan Listrik Nasional | Seperti yang telah Kita ketahui, bahwa dewasa ini jumlah Pelanggan Listrik Prabayar hampir Tembus 10 Juta, hal ini tentunya berjalan dengan peningkatan penjualan listrik nasional, pertumbuhan jumlah pelanggan listrik prabayar hampir mendekati angka 10 juta. Sampai April 2013, jumlah pengguna listrik prabayar di Indonesia tercatat sebanyak 9,7 juta. Pihak PLN sendiri menargetkan angka 10 juta pelanggan bisa dicapai selama tahun 2013 ini. Melihat kondisi ini, pada akhir tahun target 10 juta pelanggan dapat tercapai.

Secara per unit kontribusi wilayah timur Indonesia cukup mendorong pertumbuhan pelanggan pra bayar selama triwulan pertama tahun ini. Dapat dilihat dari prosentase, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur memberi kontribusi pada peningkatan pelanggan pra bayar baru sebesar 50%-60% seiring dengan tingginya  pemakaian listrik di daerah tersebut.

Dan Secara akumulatif, 80 persen pengguna listrik prabayar merupakan pelanggan baru PLN, sisanya 20 persen adalah pelanggan lama yang migrasi dari pasca bayar ke prabayar. Oleh karena peningkatan pemakaian listrik pada awal tahun 2013 ini kembali memberikan optimisme bahwa perkenomian Indonesia akan terus membaik. Indikasi ini terlihat dari pemakaian listrik ( dalam satuan kWh ) pada April 2013 yang tumbuh 10,58% bila dibanding dengan pemakaian listrik pada April 2012.

Secara akumulatif dari Januari sampai dengan April 2013, penjualan listrik tumbuh 6,97% dibanding penjualan listrik periode yang sama tahun lalu. Namun, pertumbuhan yang relatif rendah ini secara akumulatif tidak lain karena rendahnya penjualan listrik pada Januari 2013 dan Februari 2013 sebagai dampak dari banjir besar yang melanda sebagian Kota di Jakarta, Bekasi, dan Karawang.

Selain itu, tentu tidak terelakkan juga dampak psikologis pengenaan tarif listrik baru yang mendorong konsumen, terutama konsumen bisnis, mengendalikan pemakaian listriknya. Pemakaian listrik yang mulai tinggi kembali pada Maret dan April 2013 memberikan gambaran bahwa perekonomian telah pulih dari dampak banjir, dan kegiatan usaha serta industri telah berjalan normal kembali.

PLN telah berkomitmen menjadi badan usaha yang menggerakkan roda perekonomian Indonesia. Karenanya, perkembangan pertumbuhan penjualan listrik ini dipantau secara khusus. Untuk mendukung pertumbuhan konsumsi yang menggerakkan perekonomian, pasokan listrik kepada sektor-sektor produktif, seperti konsumen komersil dan industri, tetap mendapat perhatian khusus agar kualitas dan keberlangsungan pasokan listrik dari waktu ke waktu semakin baik, termasuk pemenuhan kebutuhan listrik smelter.

Yang menggembirakan juga adalah pertumbuhan konsumsi listrik kelompok pelanggan Industri tetap tinggi, yaitu sekitar 9%. Angka ini menunjukkan sektor penggerak utama perekonomian tetap bergairah, yang pada akhirnya diharapkan dapat menyediakan tambahan lapangan pekerjaan ( peluang usaha ), dan mengurangi kemiskinan.

Khusus untuk pasokan listrik smelter yang saat ini sudah mencapai 26 lokasi dengan total kebutuhan kapasitas daya listrik sebesar 2.418 MVA, PLN telah menyiapkan pasokan listrik dari pembangkit – pembangkit listrik dan Gardu Induk. Sebaran smelter tersebut terdiri dari 8 lokasi di Sulawesi Selatan, 4 lokasi di Jawa Timur, 3 lokasi di Nusa Tenggara Timur (NTT), 3 lokasi di Sulawesi Barat. Umumnya berupa smelter untuk bahan tambang feronike (FeNi) kecuali di NTT berupa tambang mangan.

Sumber   :   http://www.pln.co.id/?p=8038